TANAH DATAR – Nagari Sumpur menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak paling parah akibat banjir bandang dari aliran Batang Sumpur, pada Minggu (30/11/2025). Berdasarkan laporan satgas di lapangan, sebanyak 15 rumah warga hanyut, sementara 23 rumah lainnya terancam dan tidak dapat lagi dihuni.
Wali Nagari Sumpur, Fernando Sutan Sati, menjelaskan bahwa warga terdampak saat ini telah ditampung di tiga posko pengungsian. Ia menyebutkan beberapa kebutuhan mendesak yang sangat diperlukan, di antaranya genset, sembako, dan selimut.
Menindaklanjuti situasi tersebut, Bupati Tanah Datar Eka Putra langsung turun ke lokasi bersama Dandim 0307 Tanah Datar Letkol Inf Agus Priyo Pujo Sumedi. Turut mendampingi dalam kunjungan ini Wakil Ketua DPRD Tanah Datar, Kamrita. Dari hasil pemantauan lapangan, sejumlah akses jalan dan pemukiman rusak berat sehingga memerlukan alat berat seperti excavator dan bulldozer untuk penanganan darurat.
Melihat kondisi aliran Batang Sumpur yang rusak parah, Bupati Eka Putra langsung melakukan komunikasi via video call dengan Kepala BWSS V, Naryo Widodo. Dalam percakapan tersebut, Bupati memperlihatkan kondisi aliran sungai yang sebelumnya hanya berlebar sekitar 25 meter, kini melebar menjadi sekitar 60 meter akibat terjangan air.
Sebagai bentuk dukungan langsung, dalam kunjungan tersebut Bupati menyerahkan bantuan berupa beras, mie instan, satu unit genset, selimut, serta susu untuk anak-anak.
Sementara itu, Dinas Kominfo Tanah Datar mengumumkan pihaknya sudah menyiapkan flyer resmi penerimaan bantuan bencana alam untuk masyarakat yang ingin menyalurkan donasi melalui sosial media.
“Semoga dengan usaha maksimal yang kita lakukan bersama, situasi ini dapat segera kembali normal,” ujar Bupati Eka Putra.(Akos)

