Bupati Tanah Datar Hadiri Tabligh Akbar dan Doa Bersama untuk Korban Bencana Galodo

JAKARTA – Bupati Tanah Datar, Eka Putra, menghadiri kegiatan Tabligh Akbar dan Doa Bersama untuk korban bencana alam galodo yang melanda wilayah Luhak Nan Tuo, Minggu (11/1/2025). Kegiatan tersebut berlangsung khidmat di Masjid At-Tin, Pinang Ranti, Jakarta Timur.

Selain Bupati Tanah Datar, acara ini juga dihadiri oleh Wali Kota Padang Panjang, Hendri Anis, serta para perantau asal Padang Panjang, Batipuah, dan X Koto yang berdomisili di Jakarta dan sekitarnya. Kehadiran para kepala daerah tersebut disambut hangat oleh para perantau sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan terhadap daerah asal yang tengah dilanda musibah.

Kegiatan ini dipelopori oleh Ikatan Keluarga Padang Panjang, Batipuah, dan X Koto (IKAPABASKO) Jabodetabek. Selain menjadi ajang silaturahmi antarperantau, tabligh akbar ini juga dimanfaatkan sebagai momentum ibadah serta doa bersama untuk sanak saudara dan masyarakat yang terdampak bencana, khususnya di wilayah Padang Panjang, Batipuah, dan X Koto.

Melalui Ketua IKAPABASKO Jabodetabek, para perantau menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Bupati Tanah Datar dan Wali Kota Padang Panjang yang telah meluangkan waktu untuk hadir. Mereka berharap daerah yang terdampak bencana galodo dapat segera pulih dan bangkit kembali.

Dalam sambutannya, Bupati Eka Putra memaparkan perkembangan penanganan bencana galodo di Kabupaten Tanah Datar. Ia menjelaskan berbagai upaya yang telah dan sedang dilakukan pemerintah daerah, termasuk koordinasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat serta Pemerintah Pusat.

“Dalam waktu dekat, pemerintah akan segera membangun Sabo Dam di wilayah X Koto dan Malalo sebagai langkah mitigasi untuk mencegah bencana serupa di masa mendatang,” ujar Eka Putra.

Sementara itu, tabligh akbar tersebut diisi dengan tausiah oleh Buya H. Ristawardi Dt. Marajo Nan Batungkek Ameh, yang mengajak jamaah untuk memperkuat keimanan, kepedulian sosial, serta semangat gotong royong dalam menghadapi musibah.

Acara ditutup dengan doa bersama agar masyarakat yang terdampak bencana diberikan ketabahan serta daerah Tanah Datar dan Padang Panjang segera pulih sepenuhnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *