Harapan di Tengah Bencana: Tim Medis PDEI Sumbar Hadir untuk Warga Batipuh Selatan

TANAH DATAR – Di tengah lumpur yang belum sepenuhnya mengering dan rumah-rumah yang masih menyisakan jejak banjir, secercah harapan datang bagi warga Kecamatan Batipuh Selatan. Pada awal Januari 2026, tim medis dari Perhimpunan Dokter Emergensi Indonesia (PDEI) Sumatera Barat hadir langsung di lokasi bencana untuk memastikan kesehatan masyarakat terdampak tetap terjaga.

Pada 2 Januari 2026, para dokter dan tenaga kesehatan mulai memberikan layanan kepada warga yang mengeluhkan berbagai penyakit pasca-bencana. Penyakit kulit akibat genangan air, diare, hingga infeksi saluran pernapasan menjadi keluhan yang paling banyak ditemui. Di sela-sela pelayanan medis, para tenaga kesehatan juga menyempatkan diri untuk menenangkan warga, mendengarkan keluhan, dan memberikan penguatan psikologis, terutama bagi penyintas yang masih diliputi rasa cemas dan trauma.

Kehadiran psikolog klinis menjadi bagian penting dalam layanan ini. Anak-anak yang sempat kehilangan rasa aman, ibu-ibu yang cemas akan kesehatan keluarganya, hingga lansia yang kelelahan menghadapi situasi darurat, mendapatkan pendampingan psikososial agar mampu bangkit perlahan dari tekanan pasca-bencana.

Tidak hanya itu, PDEI Sumatera Barat juga memobilisasi tenaga medis spesialis ke Jorong Guguk Malalo. Pelayanan kesehatan spesialistik dipusatkan di UPT Puskesmas Batipuh Selatan, meliputi layanan kebidanan dan kandungan, kesehatan anak, bedah, serta Telinga Hidung Tenggorokan (THT). Layanan ini menjadi angin segar bagi warga, terutama ibu hamil dan anak-anak, yang membutuhkan penanganan lebih lanjut namun terkendala akses pasca-bencana.

Kunjungan tim medis ini bertujuan untuk menekan risiko penularan penyakit di lokasi pengungsian sekaligus memastikan kelompok rentan mendapatkan prioritas layanan kesehatan. Lebih dari sekadar pengobatan, kehadiran tim medis menjadi simbol kepedulian dan empati, bahwa warga Batipuh Selatan tidak sendiri menghadapi musibah ini.

Seluruh kegiatan penanganan kesehatan dilaksanakan sesuai arahan Bupati Tanah Datar, Eka Putra, SE, MM, dengan mengedepankan koordinasi lintas perangkat daerah, lintas sektor, dan lintas program. Sinergi yang terbangun menjadi kunci agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan berkelanjutan.

Dengan semangat Kerja Keras, Kerja Ikhlas, Kerja Cerdas, dan Kerja Tuntas, para tenaga kesehatan terus melayani tanpa mengenal lelah. Bagi mereka, ini bukan sekadar tugas profesi, melainkan bentuk pengabdian kepada masyarakat. Di tengah bencana, kepedulian dan kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan utama untuk bangkit dan menata kembali kehidupan. (*)