PADANG – Laga lanjutan BRI Liga 1 Indonesia antara Semen Padang FC dan PSIM Yogyakarta berakhir tanpa gol di Stadion H. Agus Salim, Kota Padang, Rabu (4/3) malam. Hasil imbang 0-0 ini membuat posisi Semen Padang FC kian tertekan dalam upaya keluar dari zona degradasi.
Pertandingan tersebut juga menjadi sorotan karena dinilai sebagai laga krusial bagi pelatih kepala Dejan Antonic. Sebelumnya, penasihat tim yang juga Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, menyatakan bahwa posisi pelatih akan dievaluasi jika tim kembali gagal meraih hasil maksimal, menyusul kekalahan 0-4 dari Bhayangkara FC di Lampung.
Semen Padang tampil dengan formasi berbeda dari laga sebelumnya. Tim Kabau Sirah menurunkan Rendy Oscario di bawah mistar, dengan Angelo Meneses (kapten), Jago, Samuel Cristianson, Rafi Soka, Alhassan Wakaso, Kazuki Nakagawa, Kianz Froese, Firman Juliansyah, Kasim Botan, dan G. Fernandez sebagai starter.
Sejak awal laga, Semen Padang langsung menekan. Peluang pertama hadir pada menit ke-7 melalui tendangan bebas Angelo Meneses, namun bola masih melambung di atas mistar gawang PSIM yang dikawal Cahya Supriadi.
Menit ke-12, Kasim Botan mendapat peluang emas setelah menerima umpan terobosan dan berhadapan langsung dengan kiper, tetapi sepakannya melebar. Firman Juliansyah juga sempat mengancam di menit ke-17 lewat aksi individu dari sisi kiri, namun kembali digagalkan Cahya Supriadi yang tampil sigap.
PSIM bukan tanpa perlawanan. Pada menit ke-19, Fahreza Sudin hampir membuka keunggulan setelah lolos satu lawan satu dengan Rendy Oscario, tetapi gagal memaksimalkan peluang.
Insiden penting terjadi pada menit ke-38. Dalam situasi bola silang di area pertahanan Semen Padang, terjadi benturan antara Fahreza dan Samuel Cristianson. Kaki Fahreza yang terlalu tinggi mengenai kepala Samuel sehingga sang pemain harus dilarikan ke rumah sakit menggunakan ambulans. Wasit mengganjar Fahreza dengan kartu merah, membuat PSIM bermain dengan 10 pemain hingga akhir laga. Samuel kemudian digantikan oleh Rian.
Babak pertama berakhir dengan skor 0-0.
Memasuki babak kedua, Semen Padang terus menggempur pertahanan PSIM. Pada menit ke-50, Alhassan Wakaso melepaskan tembakan jarak jauh yang masih melambung. Satu menit berselang, Kianz Froese melewati beberapa pemain bertahan sebelum berhadapan langsung dengan Cahya Supriadi, namun lagi-lagi sang kiper tampil gemilang.
Maicon Souza juga memperoleh peluang lewat aksi individu di sisi kanan pertahanan PSIM, tetapi penyelesaiannya masih melebar. Peluang emas kembali tercipta pada menit ke-70 melalui Rian, namun tendangannya berhasil ditepis Cahya Supriadi yang tampil impresif sepanjang pertandingan.
Hingga peluit panjang dibunyikan, skor tetap bertahan 0-0.
Hasil imbang ini membuat Semen Padang gagal meraih poin penuh di kandang sendiri, meskipun bermain dengan keunggulan jumlah pemain selama lebih dari satu babak. Situasi tersebut memunculkan pertanyaan mengenai masa depan Dejan Antonic sebagai pelatih kepala.
Publik kini menunggu sikap resmi manajemen dan pernyataan penasihat tim terkait kelanjutan kepemimpinan di kursi pelatih Kabau Sirah.(Akos)

