TANAH DATAR – Kekhawatiran masyarakat terhadap ancaman banjir bandang atau galodo di Kabupaten Tanah Datar segera terjawab. Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia, Dody Hanggodo, secara resmi meletakkan batu pertama pembangunan Sabo Dam di kawasan Sungai Jambu, Selasa (3/3/2026).
Pembangunan Sabo Dam ini menjadi langkah strategis dalam meminimalisir dampak banjir bandang yang selama ini kerap mengancam sejumlah wilayah di Tanah Datar. Proyek tersebut merupakan salah satu pembangunan yang telah lama dinantikan masyarakat dan sempat menjadi perbincangan luas.
“Sudah lama kami menunggu realisasi pembangunan ini. Alhamdulillah akhirnya terwujud,” ujar salah seorang warga yang mengaku merasa lega dengan dimulainya proyek tersebut.
Bupati Tanah Datar, Eka Putra, menyampaikan bahwa pembangunan ini merupakan hasil komunikasi intensif dan koordinasi berkelanjutan dengan pemerintah pusat serta para pemangku kepentingan terkait.
Ia menegaskan, kritik yang disampaikan masyarakat selama ini menjadi motivasi untuk terus bekerja maksimal demi percepatan pembangunan di daerah.
“Kritik yang membangun menjadi cambuk bagi saya untuk terus berusaha agar pembangunan di Tanah Datar berjalan dengan baik. Tugas pemerintah adalah melayani masyarakat. Namun, fitnah dan ujaran kebencian tentu tidak dibenarkan, apalagi di bulan suci Ramadan,” ujar Eka Putra.
Menurutnya, terdapat enam unit Sabo Dam yang akan dibangun langsung oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Lokasinya tersebar di Sungai Jambu, Singgalang, dan Pandai Sikek, dengan aliran sungai yang ditangani meliputi Batang Malana, Batang Anai, dan Batang Pagu-pagu.
Eka Putra juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Republik Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, Kementerian PU, serta anggota DPR RI Andre Rosiade dan Zigo Rolanda yang turut memperjuangkan realisasi pembangunan tersebut di tingkat pusat.
“Ini adalah bentuk nyata kepedulian Pemerintah Pusat terhadap penanganan bencana di Tanah Datar,” ungkapnya.
Sebelumnya, Menteri PU Dody Hanggodo juga telah beberapa kali mengunjungi Tanah Datar. Selain meninjau lokasi pembangunan Sabo Dam di Sungai Jambu, ia juga melihat kondisi jalan provinsi yang mengalami kerusakan, lokasi pembangunan Sekolah Rakyat, Pasar Batusangkar, hingga Gelanggang Pacuan Kuda Bukit Gombak. Dalam tahun ini, Menteri PU bahkan tercatat telah dua kali menginap di Luhak Nan Tuo, menunjukkan keseriusan pemerintah pusat terhadap pembangunan di daerah tersebut.
Di sisi lain, Anggota DPR RI Komisi V, Zigo Rolanda, mengingatkan seluruh pemangku kewenangan di Sumatera Barat agar berhati-hati dalam setiap proses pembangunan.
“Kita harus memastikan setiap pekerjaan dilaksanakan sesuai aturan dan tuntas dengan baik, agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari,” tegasnya. Ia juga menyatakan komitmennya untuk terus mendorong pembangunan Sumatera Barat yang lebih baik.
Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Andre Rosiade, dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada Bupati Eka Putra atas kegigihannya memperjuangkan pembangunan di Tanah Datar.
Menurut Andre, tidak semua persoalan infrastruktur, khususnya jalan rusak, menjadi kewenangan pemerintah kabupaten. Ia menegaskan bahwa sejumlah ruas jalan yang mengalami kerusakan di Tanah Datar merupakan jalan provinsi.
“Jalan yang rusak itu bukan kewenangan kabupaten, melainkan provinsi. Jadi jangan salahkan Bupati,” tegas Andre.
Dengan dimulainya pembangunan enam unit Sabo Dam ini, masyarakat Tanah Datar berharap ancaman galodo dapat diminimalisir dan rasa aman dalam menjalani aktivitas sehari-hari semakin meningkat.(Akos)
