Penanggulangan Bencana Tanah Datar Fokus Pada Kebutuhan Mendesak

Bupati Tanah Datar Eka Putra SE.MM ikuti Rapat Koordinasi (Rakor) percepatan penanggulangan bencana Sumbar yang dipimpin Wakil Gubernur Vasko Ruseimy secara zoom, di posko utama Batu Taba Kecamatan Batipuh Selatan, Senin (15/12/2025). (Sumber Foto : Humas Tanah Datar/Lensa24.com)

TANAH DATAR – Bupati Tanah Datar Eka Putra, SE, MM, mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) percepatan penanggulangan bencana di Sumatera Barat yang dipimpin Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy, secara daring melalui Zoom Meeting, bertempat di Posko Utama Batu Taba, Kecamatan Batipuh Selatan, Senin (15/12/2025).

Dalam rakor tersebut, Bupati Eka Putra didampingi Wakil Bupati Ahmad Fadly, S.Psi, Dandim 0307 Tanah Datar Letkol Inf Agus Priyo Pujo Sumedi, S.I.P., M.Han, Kapolres Padang Panjang AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Ten Feri, serta sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Pada kesempatan itu, Bupati Eka Putra memaparkan secara rinci sejumlah kebutuhan mendesak pascabencana banjir bandang yang melanda wilayah Kabupaten Tanah Datar, baik dari sisi kemanusiaan, infrastruktur, maupun pemulihan ekonomi masyarakat.

“Kebutuhan mendesak saat ini antara lain pendampingan psikiater untuk pemulihan psikologis para pengungsi, penanganan lahan pertanian sebagai sumber utama perekonomian masyarakat, serta dukungan sarana dan prasarana penanggulangan bencana,” ujar Eka Putra.

Ia merinci, kebutuhan tersebut meliputi 17 unit alat berat, air mineral, obat-obatan, family kit, mesin sinso berukuran besar, serta bahan bakar minyak (BBM) untuk operasional alat berat di lapangan.

Lebih lanjut, Bupati menyampaikan bahwa hingga saat ini masih terdapat sekitar 2.976 jiwa yang mengungsi. Untuk menunjang kebutuhan pengungsi, Pemerintah Kabupaten Tanah Datar telah menyiapkan 17 unit dapur umum dan 15 unit posko kesehatan.

“Kami juga melaporkan fasilitas umum yang mengalami kerusakan, yaitu 9 unit sekolah dan 20 unit jembatan yang putus. Kendala di lapangan masih cukup berat, karena curah hujan yang tinggi serta akses jalan dan jembatan yang rusak menghambat distribusi logistik. Selain itu, sebagian pengungsi mulai terserang penyakit,” jelasnya.

Dalam rakor tersebut, Eka Putra juga melaporkan kebutuhan Hunian Sementara (Huntara) bagi masyarakat terdampak bencana yang telah disampaikan kepada Pemerintah Pusat.

“Kabupaten Tanah Datar membutuhkan 552 unit Huntara. Usulan tersebut telah kami ajukan lengkap dengan lahan dan lokasi pembangunan. Selain itu, sangat dibutuhkan perlengkapan pendukung Huntara seperti kompor dan tabung gas, kasur, selimut, serta pakaian bagi para pengungsi,” ungkapnya.

Bupati Eka Putra menegaskan, berbagai upaya terus dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Tanah Datar bersama unsur TNI, Polri, dan stakeholder terkait, mulai dari pembersihan material bencana, perbaikan akses jalan untuk kelancaran distribusi logistik, normalisasi sungai, hingga pemantauan rutin di wilayah hulu sungai.

“Kami mohon dukungan dan kerja sama dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui dinas dan instansi terkait, terutama dalam percepatan pendataan dan penyaluran bantuan,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy menyampaikan komitmen Pemerintah Provinsi Sumatera Barat untuk terus berupaya maksimal dalam mempercepat pemulihan dan penanggulangan bencana di daerah terdampak.

“Kami berharap data yang valid dan rinci dapat segera disampaikan ke Pemerintah Provinsi agar penanganan bisa dilakukan secara cepat dan tepat sasaran,” ujarnya.

Ia juga mengimbau seluruh dinas dan instansi terkait untuk lebih aktif berkoordinasi lintas sektor, guna mempercepat pemenuhan kebutuhan daerah terdampak bencana.

“Dengan komunikasi yang intens dan data yang akurat, kami berharap proses pemulihan berjalan lebih cepat, sehingga aktivitas dan perekonomian masyarakat dapat segera kembali normal,” tutup Vasko. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *