Indeks

Progres Sabodam Sungai Jambu Capai 12 Persen, Ditargetkan Rampung 2027

TANAH DATAR – Pembangunan infrastruktur pengendali sedimen atau sabodam di Nagari Sungai Jambu, Kabupaten Tanah Datar, terus berjalan. Hingga Selasa (26/5/2026), progres pengerjaan telah mencapai sekitar 12 persen, melampaui target rencana sebesar 8 persen.

Bupati Tanah Datar Eka Putra, SE, MM, meninjau langsung pembangunan tersebut untuk memastikan pengerjaan berjalan sesuai rencana. Infrastruktur ini ditargetkan rampung pada Desember 2027.

“Alhamdulillah, progres pembangunan Sabodam di Nagari Sungai Jambu sudah mencapai 12 persen. Hingga saat ini pengerjaannya berjalan lancar tanpa kendala berarti. Kita berharap pembangunan ini selesai tepat waktu sehingga masyarakat tidak lagi merasa cemas ketika curah hujan tinggi terjadi,” ujar Eka Putra.

Pembangunan sabodam menjadi salah satu upaya pemerintah dalam memperkuat mitigasi bencana hidrometeorologi di Kabupaten Tanah Datar, terutama setelah banjir bandang dan galodo melanda sejumlah wilayah pada 2024.

Infrastruktur ini berfungsi menahan dan mengendalikan material sedimen, seperti batu, lumpur, dan kayu yang terbawa aliran sungai ketika debit air meningkat. Keberadaannya diharapkan dapat mengurangi risiko bencana serta melindungi masyarakat yang tinggal di kawasan rawan terdampak.

Pemerintah Kabupaten Tanah Datar berharap pembangunan infrastruktur pengendali sedimen tersebut dapat memberikan perlindungan jangka panjang bagi masyarakat, khususnya di kawasan aliran sungai yang berhulu di Gunung Marapi dan wilayah perbukitan.

Sementara itu, Kepala Bidang Pemanfaatan dan Pengendalian Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan Tanah Datar, Netrizal, ST, MT, menjelaskan bahwa pembangunan pengendali lahar dan sedimen tersebut mencakup tiga unit sabodam di Batang Malana, Nagari Sungai Jambu, serta satu pekerjaan river training work di Batang Pagu-Pagu.

“Untuk progres pembangunan sabodam ini, dari rencana 8 persen, terealisasi 12 persen, jadi meningkat sekitar 3 persen dari target semula,” ucapnya.

Pembangunan tersebut diharapkan menjadi bagian dari penguatan sistem pengendalian sedimen dan pengurangan risiko bencana di Tanah Datar, sehingga masyarakat di kawasan rawan dapat memperoleh perlindungan yang lebih baik.

Dalam peninjauan itu, Bupati Eka Putra didampingi Kabag Prokopim Roza Melfita, Camat Pariangan A.H. Miza Aziz, serta Wali Nagari Sungai Jambu Wilmen, ST.(*)

Exit mobile version