TANAH DATAR – Rapat koordinasi (rakor) tidak harus selalu digelar di ruang berpendingin udara atau hotel berbintang. Pemerintah Kabupaten Tanah Datar memilih cara berbeda dengan menggelar rakor bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di kawasan Panorama Puncak Batubadindiang, Nagari Tabek Patah, Kecamatan Salimpaung.
Tak sekadar memindahkan ruang rapat ke alam terbuka, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya efisiensi anggaran sekaligus promosi destinasi wisata dan pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) masyarakat setempat.
Bupati Tanah Datar, Eka Putra, mengatakan, pelaksanaan rakor dengan konsep alam terbuka tersebut merupakan kali kedua dilakukan. Langkah ini, menurutnya, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai efisiensi anggaran, sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat di sekitar lokasi kegiatan.
“Di sini kita ingin masyarakat luas mengetahui bahwa Puncak Batubadindiang merupakan salah satu destinasi wisata yang indah di Tanah Datar. Selain itu, UMKM masyarakat juga bisa tumbuh karena seluruh kebutuhan, termasuk makan peserta, disediakan oleh warga setempat,” ujar Eka Putra di sela-sela kegiatan, Sabtu (18/4/2026) malam.
Salah satu hal yang menjadi perhatian dalam pelaksanaan rakor tersebut adalah potensi penghematan biaya kegiatan. Jika biasanya rapat koordinasi dilaksanakan di hotel, termasuk di luar daerah, kali ini Pemkab Tanah Datar memilih lokasi wisata dengan konsep menginap di tenda.
Eka Putra menyebutkan, pola tersebut mampu menekan pengeluaran kegiatan hingga sekitar 80 persen dibandingkan dengan pelaksanaan rakor menggunakan konsep konvensional.
“Jika biasanya rakor dilaksanakan di hotel di luar daerah, kali ini dengan konsep alam terbuka dan menginap di tenda, penghematan anggaran bisa mencapai sekitar 80 persen,” jelasnya.
Konsep ini menunjukkan bahwa kegiatan koordinasi pemerintahan dapat dirancang dengan pendekatan yang lebih sederhana tanpa harus meninggalkan substansi pembahasan dan tujuan kegiatan.
Selain efisiensi anggaran, pemilihan Panorama Puncak Batubadindiang juga diarahkan untuk memperkenalkan potensi wisata Tanah Datar kepada masyarakat yang lebih luas.
Kehadiran jajaran pemerintah daerah di kawasan tersebut diharapkan dapat meningkatkan perhatian terhadap destinasi wisata lokal. Pada saat yang sama, pelibatan warga dalam penyediaan kebutuhan peserta, termasuk konsumsi, menjadi peluang bagi UMKM setempat untuk memperoleh manfaat ekonomi secara langsung.
Dengan demikian, kegiatan pemerintahan tidak hanya berorientasi pada agenda internal birokrasi, tetapi juga diharapkan memberi dampak bagi aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar lokasi.
Rakor yang berlangsung selama dua hari ini juga dikemas sebagai sarana penyegaran bagi jajaran OPD, terutama setelah menjalani aktivitas lapangan yang intens dalam penanganan bencana.
Seluruh peserta, termasuk Bupati Eka Putra, menginap di tenda yang telah disiapkan di lokasi. Meski berlangsung di alam terbuka, pemerintah daerah tetap memastikan agenda koordinasi berjalan sesuai rencana.
Materi rakor telah dimulai pada hari pertama dan dilanjutkan pada hari kedua. Salah satu agenda yang dijadwalkan adalah pembahasan inovasi daerah yang akan dipaparkan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang).
Untuk menjaga konsentrasi peserta selama mengikuti materi, panitia juga menerapkan metode pertemuan yang lebih interaktif. Setiap 30 menit, peserta diajak berdiri dan melakukan peregangan agar tidak jenuh dan tetap fokus.
“Setiap 30 menit, peserta diajak berdiri dan melakukan peregangan agar tidak jenuh dan tetap fokus mengikuti materi,” tambahnya. (*)
