TANAH DATAR – Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia, Dody Hanggodo, kembali melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Tanah Datar dalam rangka meninjau pembangunan Sekolah Rakyat serta memantau lokasi bencana banjir luapan sungai di Kecamatan Lintau Buo, Kamis (21/5/2026).
Kunjungan tersebut disambut positif oleh Pemerintah Kabupaten Tanah Datar karena dinilai sebagai bentuk nyata perhatian Pemerintah Pusat terhadap daerah yang kerap dilanda bencana alam. Dalam kunjungan itu, Menteri PU didampingi Direktur Jenderal Sumber Daya Air, Arnold Ritiauw, beserta seluruh kepala balai di bawah Kementerian PU wilayah Sumatera Barat.
Turut hadir mendampingi, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, yang bersama rombongan meninjau Sungai Batang Tampo serta lokasi pembangunan Sekolah Rakyat di Tanah Datar.
Bupati Tanah Datar, Eka Putra, menyampaikan bahwa kunjungan Menteri PU RI kali ini merupakan yang keenam kalinya ke Tanah Datar. Menurutnya, hal tersebut menjadi bukti keseriusan Pemerintah Pusat dalam membantu daerah yang memiliki potensi bencana cukup tinggi.
“Tanah Datar tiga tahun terakhir ini mengalami bencana berupa banjir bandang atau galodo. Kehadiran Menteri PU RI menunjukkan perhatian besar pemerintah pusat terhadap masyarakat kami,” ujar Eka Putra.
Ia juga menjelaskan bahwa titik banjir bandang di Kecamatan Lintau Buo merupakan lokasi baru yang sebelumnya tidak pernah mengalami kejadian serupa. Bahkan, masyarakat setempat menyebut banjir luapan sungai seperti saat ini belum pernah terjadi selama puluhan tahun terakhir.
“Kondisi ini menunjukkan masih banyak potensi bencana galodo yang belum sepenuhnya dapat dipetakan, mengingat Tanah Datar merupakan salah satu kabupaten dengan jumlah gunung terbanyak di Sumatera Barat,” tambahnya.

Sementara itu, Menteri PU RI Dody Hanggodo menegaskan pihaknya akan menginstruksikan balai terkait agar memberikan perhatian serius terhadap sungai-sungai yang berpotensi menyebabkan banjir bandang.
“Kami akan segera melakukan rehabilitasi dan rekonstruksi sungai yang rusak akibat banjir bandang. Segala upaya akan dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya galodo di masa mendatang,” kata Dody.
Selain penanganan sungai, Menteri PU juga menyoroti pentingnya perbaikan jaringan irigasi mengingat masyarakat akan segera memasuki musim tanam. Ia menyebut, saat ini Kementerian PU tengah membangun Sabo Dam di Tanah Datar sebagai langkah mitigasi bencana banjir bandang dan aliran material vulkanik.
Dody juga menambahkan bahwa perbaikan jalan provinsi yang selama ini dikeluhkan masyarakat mulai direalisasikan, terlebih dengan adanya dukungan Instruksi Presiden (Inpres) terkait pembangunan infrastruktur daerah.
Di akhir kunjungan, Bupati Eka Putra menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Menteri PU RI beserta seluruh jajaran Kementerian PU yang dinilai cepat tanggap dalam membantu masyarakat Tanah Datar.
“Kami merasa tidak pernah ditinggalkan oleh pemerintah pusat dalam setiap kejadian bencana di Tanah Datar. Begitu juga dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat yang selalu menjalin koordinasi dengan baik bersama pemerintah daerah,” ujarnya.
Eka Putra berharap seluruh pembangunan yang sedang berjalan di Tanah Datar dapat terlaksana dengan lancar serta mendapat dukungan dari seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat.
Terkait pembangunan Sekolah Rakyat, Menteri PU RI menyebut lahan seluas sekitar 15 hektare tersebut diproyeksikan mampu menampung hingga 3.000 siswa.
“Dengan lahan yang luas dan didukung panorama alam yang indah, Sekolah Rakyat ini diharapkan menjadi tempat yang nyaman dan berkualitas untuk proses belajar mengajar,” tutup Dody Hanggodo.(Akos)


