Rumah Bantuan Korban Galodo di Rambatan Berdiri Megah, Hadirkan Harapan Baru bagi Penyintas

TANAH DATAR – Firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surat Al-Insyirah ayat 5-6, “Fa inna ma’al usri yusrā, inna ma’al usri yusrā” (Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan), seolah menjadi gambaran nyata yang kini dirasakan masyarakat korban bencana banjir bandang (galodo) di Kabupaten Tanah Datar.

Harapan baru itu terlihat saat Bupati Tanah Datar Eka Putra meninjau langsung progres pembangunan hunian tetap (Huntap) bagi korban galodo di Kecamatan Rambatan, Rabu (1/7/2026). Hunian yang dibangun oleh Pemerintah Pusat tersebut diperuntukkan bagi masyarakat yang rumahnya hanyut akibat bencana banjir bandang yang melanda Tanah Datar.

Berdasarkan pantauan tim liputan Lensa24.com di lokasi pembangunan, progres hunian tetap menunjukkan perkembangan yang signifikan. Deretan rumah yang telah berdiri tampak rapi dengan desain modern dan kokoh, memberikan optimisme baru bagi para calon penghuni.

Hunian tersebut dibangun menggunakan konsep Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA) yang dipadukan dengan sistem Interlocking Brick House, yakni teknologi konstruksi menggunakan susunan bata interlocking yang memungkinkan proses pembangunan berlangsung lebih cepat, memiliki ketahanan terhadap gempa, serta lebih efisien dan terjangkau.

Meski dibangun dalam waktu relatif singkat, rumah-rumah tersebut tetap mengedepankan aspek estetika dan kenyamanan. Desain arsitektur yang sederhana namun menarik menjadikan hunian ini dinilai layak sebagai tempat tinggal yang aman, sehat, dan nyaman bagi masyarakat.

Saat meninjau langsung pembangunan hunian tetap, Bupati Tanah Datar Eka Putra mengaku bangga atas progres pembangunan yang terus berjalan sesuai rencana. Ia menilai kualitas bangunan yang dihadirkan sangat baik dan diharapkan dapat segera ditempati oleh masyarakat korban galodo.

“Alhamdulillah, kita melihat langsung rumah-rumah yang dibangun memiliki kualitas yang sangat baik dengan proses pengerjaan yang cepat. Semoga masyarakat yang terdampak bencana dapat segera menempati hunian ini dan kembali menjalani kehidupan dengan lebih nyaman,” ujar Eka Putra.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Pusat, khususnya Presiden Prabowo Subianto serta Dony Oskaria, atas perhatian dan dukungan yang diberikan dalam percepatan penanganan pascabencana di Kabupaten Tanah Datar.

Menurutnya, bantuan pembangunan hunian tetap tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian pemerintah kepada masyarakat yang terdampak bencana.

“Kita patut bersyukur atas bantuan dari Pemerintah Pusat. Rumah yang dibangun memiliki kualitas yang sangat baik dan sangat layak menjadi hunian yang nyaman bagi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Pimpinan Proyek pembangunan dari PT. Nindya Karya, Zullyawan Adi Sampurna, mengatakan pembangunan hunian tetap saat ini berjalan sesuai target. Pihaknya optimistis seluruh pekerjaan dapat diselesaikan pada Agustus 2026.

“Saat ini progres pembangunan berjalan dengan baik. Target penyelesaian pada Agustus 2026 dan hingga kini tidak ada kendala berarti yang menghambat proses pembangunan. Kami berharap seluruh pekerjaan dapat selesai tepat waktu,” ungkapnya.

Turut mendampingi Bupati dalam peninjauan tersebut, Komandan Kodim 0307/Tanah Datar Letkol Arm Hendriyana, S.Sos., M.M., yang turut memastikan pembangunan hunian tetap berjalan sesuai rencana sehingga masyarakat terdampak bencana dapat segera menempati rumah baru mereka.

Pembangunan hunian tetap ini diharapkan menjadi awal kebangkitan bagi para penyintas galodo di Tanah Datar. Lebih dari sekadar bangunan fisik, rumah-rumah tersebut menjadi simbol harapan baru sekaligus bukti nyata kolaborasi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, TNI, dan berbagai pihak dalam memulihkan kehidupan masyarakat pascabencana. (Akos)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *